Kutorehkan saja kata, pada jiwa... ______Trapped In Here...------

about . . .

Name: dhank Ari
Bdae: March 22nd
ICQ:
MSN:
Alt E-Mail: dhank_ari@yahoo.com

Boleh dikunjungi

|imajinasi kata|
|
imajinasi visual|

Rancangan Situs oleh

|F_ggie|
|
CHC|
Tuesday, August 25, 2009

senja itu,
dear seperti clear...

mungkin aku semakin rabun
hingga ingin melenyapkan kekasih dan mengelana sendiri

Remembering On|6:31 PM| pergi sendiri

kau bilang,
aku hanya hidup dengan bayanganku sendiri

kau benar
kau selalu benar

kau bilang,
aku terlalu mengokohkan dinding pembatas

kau benar,
kau selalu benar

kau bilang,
aku adalah patung tanpa nyawa

kau hm...hm....,
kau selalu hm....hm....

Remembering On|6:28 PM| hm...hm....

kerinduan padamu datang sebagai penyelamat

ujung sembilu sudah sangat dekat dengan urat nyawa
harapan sudah setipis lapisan yang paling tak terlihat

kerinduan padamu seperti cahaya
meski aku tahu jika kerinduan ini
hanya menantikan kehampaan...

Remembering On|6:25 PM| kerinduan

tak boleh ada air mata
seperti janjiku pada sebuah senja
di ujung dermaga yang nyaris rapuh

tak boleh hilang
seperti inginku berbagi
pada seluruh penikmat rasa dunia

Remembering On|6:23 PM| haram

haruskah ku meminta
agar kau percikkan lagi cahaya itu
sekali lagi?
sekali saja lagi?

buaian itu demikian akbar,
menempatkanku tinggi sekali,
melebihi apapun

haruskah kau datang dengan paksaan?

atau aku cukup menunggu sambil menyiapkan sajian istimewa untukmu?

Remembering On|6:21 PM| prasyarat

menelan butiran kesakitan seperti neraka,
kalau kau mau tahu

seperti tak akan pulih indera rasa ini
untuk cicipi rona indah yang baru

mencegah sakit seakan hanya mimpi,
kalau kau mau tahu

selayak sampan yang tak tahu arah berlabuh
pada dermaga yang mungkin juga telah hilang

Remembering On|6:18 PM| sakit

cobalah sejenak mengerti hilangku
di sini memang gelap
di sini memang terendam sepi

cobalah hancurkan egomu
merendahlah pada kerelaan
mendekatlah pada ketiadaanku

Remembering On|6:15 PM| hilang (ku)

mereka mencoba merapihkan seluruh amarah
satu demi satu
diurutkan seperti dadu
lantas dilempar
lantas berjudi pada hasil

mereka meminta sepatah kata untuk kutulis saja
tak perlu lengkap
cukup nukilan
puas dengan akhiran koma
namun aku diam

apa kau tak tahu bahwa aku juga sulit merapihkan amarah,
hingga aku terus menjajal kegelapan,
tanpa pernah tahu kapan lagi menemukan cahaya?

Remembering On|6:12 PM| Merapihkan Amarah

+ + + + +
Monday, August 10, 2009

aku terlambat menemui buntu
terlanjur terbuai terus oleh tawa

kamu pun terkesan seketika di mula
tertipu dahsyat sebuah muka dua

Remembering On|11:15 PM| terlambat

+ + + + +
Sunday, August 09, 2009

langkah mungkin tak bisa mengikuti rasa cinta
sepatunya mudah usang
nafasnya mudah habis
belum lagi sesat oleh banyak sekali gelap

gelap mata
gelap nafsu
gelap rasa

jiwa kemudian mampir dan menebar debu penyegar
kau pun bisa membawanya kemana saja
kau pun bisa menitipkannya di titik rasa mana saja

titik rindu
titik marah
titik sedih

Remembering On|12:15 AM| debu segar jiwa

sedikit saja luka saat mengingatmu
namun kenapa selalu membuka jurang yang menganga demikian besar?

kau seperti Tuhan yang memiliki semua jenis rasa.
memaksaku tertunduk dan enggan menatap matahari lagi.

apa kamu pernah merasakan kerupawanan dunia
setelah detik-detik neraka?

Remembering On|12:12 AM| luka kamu

betapa burung itu bisa terbang dan jatuh lagi dalam sekejap
kenapa tidak aku juga bisa merangkak setelah berjalan tegap?

betapa hujan serentak datang setelah panas yang menyiksa
kenapa tidak air mata juga bisa berhenti hingga aku bisa tersenyum?

Remembering On|12:10 AM| betapa kenapa

+ + + + +
Tuesday, July 21, 2009

sepertinya kamu mengingat malam itu
saat aku menyiapkan kata-kata terbaikku
dalam sebuah malam yang sungguh durhaka

sepertinya ada harapanmu yang tertunda
saat aku memulai sentuhan agungku
dalam gigitan emosi yang menggunung

sepertinya aku harus menunggu
hingga kau membuat celah yang bisa kutembus

Remembering On|7:40 PM| menunggu celah

hingga teriakmu hentikan nafasku
membisuku kemudian
seperti lembu
dan hanya nafas yang memburu

hingga menangismu runtuhkan egoku
memojokku lantas
seperti kutu
dan hanya nyawa yang terjegal di depan pintu

Remembering On|7:38 PM| hingga kamu (mu)

kau adalah sukma
aku adalah aku

kau adalah nyawa
aku adalah aku

kau adalah warna
aku adalah aku

kau adalah abadi
aku adalah aku

Remembering On|7:36 PM| kau adalah aku

ingin kembali riuh
di lautan kata-kata
dan mandi tanpa basah
di hujaman inspirasi

ingin selalu ramai
hujan kata-kata
dan bergerak leluasa
di jejak penuh semangat pena

Remembering On|7:33 PM| ingin kembali

+ + + + +
Friday, April 17, 2009

buang ganda rasamu
dan menyatulah denganku

aku tahu bahwa kamu demikian merindukan bulan
hingga aku pun sanggup menjadi bulanmu

lunturkan keraguanmu
dan berbincanglah denganku

aku mengerti jika kamu takut melihat cahaya
terutama karena selalu ada pintu yang siap menutup cahaya

tapi lunturkanlah keraguanmu
dan berbincanglah denganku

cahayaku akan terus bersamamu,
meski pintu itu akan tertutup sesekali

Remembering On|10:43 AM| langkah

semoga kau tahu
bahwa terhanyut dalam mimpi seperti neraka saja

seluruhnya gelap
seluruhnya panas
sungguh aku terbakar dimana-mana

semoga kemudian kau mau
menitipkan lagi hatimu
menggandengkan lagi inginmu

kepadaku
bersamaku

Remembering On|10:41 AM| kembali

+ + + + +
Wednesday, April 08, 2009

kemarin dan kamu adalah rindu.

kemarin dan kamu selalu membuatku ingin kembali.

Remembering On|7:05 PM| kemarin dan kamu

+ + + + +
Friday, February 13, 2009

kutemukan diri meringkuk
menjaring terus kekosongan
melipat terus kenyataan

kutemukan diri akhirnya sekarat
menyesali rebah yang terlalu
mengutuki keterlenaan

hingga akhirnya datang sang dewi penyelamat
dengan sentuhan Illahi

Remembering On|8:35 PM| campur tangan Illahi

pada berani aku berdiri
tanpa ingin menoleh pada takut

pada bulat tekad aku berlari
tanpa ingin tergelayut bimbang

pada cinta-cinta yang nyata aku rebah
tanpa ingin sembunyi lagi dan bisu

Remembering On|8:28 PM| maju terus

+ + + + +

Photobucket Photobucket