Boleh dikunjungi
Rancangan Situs oleh
(Last Update 31.07.04)
Free Web Site Counters
Tulisan Terdahulu
buang ganda rasamu
dan menyatulah denganku
aku tahu bahwa kamu demikian merindukan bulan
hingga aku pun sanggup menjadi bulanmu
lunturkan keraguanmu
dan berbincanglah denganku
aku mengerti jika kamu takut melihat cahaya
terutama karena selalu ada pintu yang siap menutup cahaya
tapi lunturkanlah keraguanmu
dan berbincanglah denganku
cahayaku akan terus bersamamu,
meski pintu itu akan tertutup sesekali
semoga kau tahu
bahwa terhanyut dalam mimpi seperti neraka saja
seluruhnya gelap
seluruhnya panas
sungguh aku terbakar dimana-mana
semoga kemudian kau mau
menitipkan lagi hatimu
menggandengkan lagi inginmu
kepadaku
bersamaku
kemarin dan kamu adalah rindu.
kemarin dan kamu selalu membuatku ingin kembali.
kutemukan diri meringkuk
menjaring terus kekosongan
melipat terus kenyataan
kutemukan diri akhirnya sekarat
menyesali rebah yang terlalu
mengutuki keterlenaan
hingga akhirnya datang sang dewi penyelamat
dengan sentuhan Illahi
pada berani aku berdiri
tanpa ingin menoleh pada takut
pada bulat tekad aku berlari
tanpa ingin tergelayut bimbang
pada cinta-cinta yang nyata aku rebah
tanpa ingin sembunyi lagi dan bisu
tak kembali berarti bisu
hening dimana-mana
runtuh dimana-mana
tak kembali berarti diam
tak ada nafas tertinggal
tak sempat bermimpi lagi
tak kembali berarti aku
bukan kita
tak ada pula mereka
betapa rindu pada setitik ingatan
tentang titik air hujan yang mampir di beranda
tentang aku yang tersapu dari debu jalanan
tentang langkahmu yang kemudian datang dengan bunga
dalam kuyup yang tipis
betapa aku kemudian tergagap
saat hujan hanya datang sesekali
saat debu tetap melekat erat di dahiku yang rawan
saat langkahmu bahkan tak mengisyaratkan akan datang
lewat angin atau harapan
sungguh rindu pada masa keemasan
yang dirunuti titik-titik kesederhanaan bersamamu
sungguh harta yang telah hilang
karena wangimu mungkin tak akan pernah menjajahku lagi
aku ingin jatuh cinta pada buaya
seperti aku jatuh cinta kepadamu
aku ingin menyayangi buaya
seperti aku menyayangimu sepenuh hati
aku ingin sepenuhnya menjadi buaya
seperti aku ingin sepenuhnya menjadi pasanganmu
kumandang adzan hanya lewat tak bermakna
sudah tahu luka
pada hati yang beku
pada jiwa yang marah
pada rasa yang kelu
rindu kemudian pada damai
semakin paham akan perih
pun makin ingin terbebas
aku ingin menyentuhmu sekali lagi saja
sebelum aku menyelami luka-luka dan perih
yang akan menjadi gerbang menuju kematianku
aku tidak berkata rindu pada angin
tapi kenapa dia terus menghembusku tanpa henti?
aku juga tidak berkata rindu pada malam
tapi kenapa dia terus menyelimutiku dengan kegelapan?
aku tidak.....ah sudahlah!
karena malam ini aku akan menusuk jantungku sendiri
kalau hati sempat menangis
najis mata
pada kesucian aku bersimpuh
karena bidadari menginjak kakiku hingga berdarah
karena malam ini aku akan bicara sendiri pada siapapun yang tidak mau mendengar
karena aku memang tak butuh jawaban
karena malam ini runtuh sudah seluruh kepercayaanku pada diri sendiri
karena aku tak lebih dari seorang pecundang kecil
maka kini hati akan diam beku tak bernyawa
kalau hati sempat menyesal
maka kini hati akan melangkah dalam kesendirian
najis pikir
dan najis harapan
bersamanya
katanya selalu hidup di jalan yang lurus
katanya selalu jujur
nyatanya bohong hingga mencipta najis
nyatanya nyasar ke dunia yang dia maki setengah mati
aku muluskan jalan bagi penebusan dosaku
namun aku urung mengetuk lagi pintu kesucian dan Tuhan
saat kesucian telah ternoda kemunafikan